Jumat, 28 Maret 2008
Riwayat Pendidikan Bag. 1
Senin, 24 Maret 2008
Cita dan Cinta
Stres……..
Hanya itu yang saya rasakan 2 hari terakhir ini. Bagaimana tidak kemarin pagi, senin 24 Maret 2008 adalah hari keberangkatanku pulang ke tempat pengasinganku. Pagi itu setelah pamitan dan cipika cipika dengan kedua orang tua saya berangkat dengan motor kesayanganku menuju pelabuhan tondasi yang letaknya ± 60 km dari rumah. Perjalanan yang melelahkan…bukan karena jaraknya tapi kondisi jalannya yang berlubang dan becek karena baru saja diguyur hujan kira-kira seminggu terakhir sejak pertama saya datang ke kota raha ini. Kira-kira 75 menit kemudian sampailah ditempat tujuan pelabuhan Tondasi. Sesampai di sana keadaanya sunyi, tak ada penumpang, tak ada mobil-mobil ekspedisi yang biasanya menggunakan jalur penyebarangan Pelabuhan Tondasi (Raha) -Tanjung Bira (Bulukumba) ini. Saya berpikir, wah terlambat deh…mungkin kapalnya sudah berangkat pagi tadi. Saya menghampiri kantor pelabuhan, tutup. Tak ada seorang pegawai pelabuhanpun yang menampakkan batang hidungnya. Setelah mondar-mandir si sekitar gedung itu, tak ada seorangpun yang bisa memberikan informasi. Tak jauh dari kantor itu ada sebuah warung kecil yang biasa dijadikan tempat makan dan minum para calon penumpang, saya menghampiri warung itu dan menanyakan soal kapal yang akan berangkat. Menurut informasi dari penjaga warung, kapal yang biasanya berlabuh hari sabtu sore dan berangkat kembali senin siang ini sampai saat ini belum berlabuh. Tidak ada yang tau kapan kapalnya akan tiba disini. Setelah bosan menunggu beberapa jam dan berhubung disitu tidak ada jaringan telepon saya memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Di perjalanan saya di guyur hujan lebat….ih…sialnya….akhirnya saya berteduh karena memang kondisi badan tidak begitu fit dan takutnya akan makin parah. Setelah hujannya mulai reda saya kembali memacu kendaraan. Sesampai di rumah ibu kaget ½ hidup melihat saya kembali, dan baru mengerti setelah saya jelaskan. Setelah istrahat dan sholat zuhur, saya pergi ke agen PELNI yang merupakan jalur alternatif lain menuju makassar meskipun dengan risiko tanpa motor kesayanganku. Tapi kapal PELNI pun adanya cuman hari Rabu (2 hari kemudian). Humzzzzzzz…makin stres padahal cutiku berakhir hari ini, gimana nih??? Sesampai di rumah saya langsung tidur, gak tau lagi mau ngapain. Sore harinya saya menghubungi teman kantor soal perpanjangan cuti sampai waktu yang tidak jelas. Esok paginya (hari ini) saya iseng-iseng ke tempat mangkal mobil ekspedisi, dan alhamdulillah mobil-mobil makassar udah banyak artinya semalam kapal sudah tiba. Setelah berbincang dengan salah satu sopirnya, katanya kapalnya belum jelas waktu berangkatnya entah esok atau lusa. Meskipun sedikit kecewa tapi saya bersyukur paling tidak kapalnya sudah ada tinggal nyari info lagi kapan berangkat menuju Tanjung Bira. Soal kantor….terserahlah mau diberi tambahan cuti atau apa yang jelas saya mau nunggu kapalnya berangkat soalnya saya tidak mampu pisah dengan motorku.
Kamis, 24 Januari 2008
Romantic Night
Malam ini pukul 12 untuk yang kesekian kalinya saya baru pulang dari tempat kerja, kurang lebih sejak sebulan terakhir hampir semua waktuku kuhabiskan di depan monitor, ngentri data. Kurebahkan tubuhku yang sudah mulai mengecil tersedot radiasi komputer kali ya…. Ku ambil handphone, kubuka inboxku, pesan terakhir yang kuterima 3 hari yang lalu, dari seorang teman yang jauh disana, sms nasehat gitu yang membuat aku berpikir panjaaaaang. Kucoba untuk mengucapkan sms terimakasih ke dia tapi tak terkirim, kupikir jaringan sibuk kali yah…. Kupencet *555# ternyata pulsaku sisa Rp 289,-, oooooh Ya Allah pantasssss…dari tadi gak terkirim2. Kubatalkan niatku, besok2 kali ya kalo dah isi pulsa lagi baru dibalas. Kubuka file music, kucari lagu apa yang cocok didengar jam segini, kuputuskan untuk mendengarkan lagu ‘bunda’ melly goeslaw. Kupadamkan lampu kamar biar lebih menghayati.
kubuka album biru penuh debu dan kusam
kupandangi sebuah gambar diri kecil bersih belum ternoda
pikirkupun melayang dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang tentang riwayatku
kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang
nada2 yang indah slalu terurai darinya
tangisan nakal dariku akan jadi deritanya
………………………………………………
tak terasa air mataku menetes setitik.
ibu aku merindukanmu….
kiranya Allah mengizinkan aku ingin selalu ada didekatmu di saat2 lanjut usiamu.
saat2 kau butuh perhatian dari anak2mu, saat jiwamu manjadi anak2 kembali saperti anak2 yang haus akan kasih sayang dan perhatian.
ayah…. bukannya aku tidak merindukanmu….
jangan cemburu wahai ayahku yang gagah…
aku juga sangat mencintai dan merindukan sosok yang berwibawa dan bijaksana seperti ayah sebagaimana aku merindukan ibu.
tapi….
apalah dayaku…
aku kini adalah abdi negara dan bangsa…
abdi ummat ayah…..
anak-anak kalian kini berada jauh dari pandangan kalian,
mencari keridhaan Allah,
ini juga kan harapan kalian agar kami menjadi manusia berNIP,
ini adalah resiko dari sebuah cita2.
Saya hanya berharap agar segera dipindah tugaskan ke daerah yang paling tidak terjangkau untuk lebih sering bertemu kalian.
Bagi yang baca mohon doanya yah!!!!
Ku posting blog ini beberapa kali tapi selalu error…
Duh…baru aku ingat ternyata pulsaku sudah habis.
kusave saja d my document untuk dikirim kemudian kalo dah ada pulsa. Kupasang alarm pukul 04.45 biar bisa shalat subuh berjamaah d masjid dekat rumah.
Kuletakkan handphoneku d sisiku kupejamkan mata.
BISMIILLAH…
ZZZZZZZZZZZH……
Rabu, 26 Desember 2007
Hadiah kecil untuk pengorbanan besar
26 Desember 2007, 22 tahun sudah aku terlahir di dunia ini. Ibuku yang sangat aku cintai dan kurindukan, maafkan anakmu ini yang mungkin sampai detik ini belum bisa menjadi harapanmu, belum bisa membuatmu bangga. Setelah 9 bulan 10 hari mengandungku dengan penuh kasih sayang, aku menyadari sepenuhnya begitu banyak pengorbanan yang telah ibu lakukan, belum lagi pengorbanan yang ibu lakukan saat melahirkanku ke dunia ini, bersimbah darah, berlinang air mata dan keringat seakan sudut antara hidup dan mati. Setelah lahir ke dunia air susumu yang mengalir di seluruh tubuhku adalah makanan utamaku. Begitu rewelnya dan sungguh sangat merepotkan diriku sampai2 tidurmu di malam haripun aku usik dengan tangisanku, namun kau masih tetap menyayangiku. Sungguh mungkin walaupun tubuhku disayat dan diiris tidak akan mampu membalas semua pengorbanan yang telah ibu berikan sampai saat ini. Sejak kecil aku cuma punya harapan agar suatu saat nanti bisa membantu ibu menunaikan rukun islam kelima, mencium hajar aswad. Tapi, kenapa ibu belum mau??? Saya sudah mengumpulkan sedikit demi sedikit penghasilanku untuk itu ibu… Biarlah berjuta angan2ku kutunda untuk niat suci ini. Ibu,,semoga ibu bisa berubah pikiran selagi masih kuat, selagi masih sehat… Tolonglah ibu…perkenankan anakmu ini memberimu sedikit hadiah atas segala pengorbananmu yang tiada mampu terbalaskan. Ibu aku mencintaimu…..
Read More......Sabtu, 22 Desember 2007
Idul Adha
Meskipun idul adha kali ini saya tidak bisa shalat ied karena saat itu masih berlayar di lautan, saya senang karena bisa berkumpul lg bersama ayah,ibu,kakak dan adik di h +1 idul adha. Meskipun capek dalam perjalanan (±42 jam baru sampe rumah, brgkt dari bulukumba jam 5 sore tanggal 19 des, baru sampe raha jam 11 siang tanggal 21 des, termasuk nginap semalam d kendari). Tanggal 23 besok dah mo balik lagi ke bulukumba…hikz3x capek…..cuman 2 malam nginap d rumah ortu kodong…. Semua demi masa depan…semangat vil…(menyemangati diri sendiri)…
bulukumba i mizz u…. meskipun kau kubenci…ku rindukanji juga sometimes….
sampe ketemu lagi tanggal 24 nanti…insya Allah..
Rabu, 21 November 2007
sulit n enaknya punya kakak yg hebat
sy terlahir menjadi anak kedua dari 3 bersaudara, adikku saat ini duduk d bangku kls 5 SD, kakakku tugas d BPS Kabupaten Bone Sul-Sel. Kakakku hebat….itulah kata yg sampai saat ini terngiang2 d telinga sejak kecil dulu. Bagaimana tdk,soal prestasi jgn ditanya deh…sejak SD sampai SMU gelar juara umum dan siswa teladan tdk pernah luput dr raihannya. Dtambah lg pernah juara 1 tk propinsi sulawesi tenggara dlm IMO (international mathematics olympic) saat dia msh duduk di kls 1 Smu. Saat lulus dari smu pun dia diterima d 2 PT sekaligus, UGM jurusan T.Elektro dan STIS. Tp dia pilih STIS krn ikatan dinas n langsung jd PNS. Itung2 mgkn bisa meringankan beban orang tua saat kuliah n nyari kerja nantinya. Soal akhlak dia juga menjadi kakak yg patut diteladani, sejak smu dia aktif d mesjid, saat kuliah sampe skrg aktif d PKS. Hapalan Qur’an nya pun lumayan krn setiap sy shalat bareng dia, bacaan ayatnya panjang2 n fasih. N satu lg yg saya kagumi, dia orgnya mgkn paling hemat sedunia hehehe….hemat ato pelit kali ya… Eh satu lg hal yg membuatku kagum, setauku dia tdk pernah nyinggung soal wanita sprt kebanyakan anak2 muda skrg. Saya jg tidak tau n tidak berusaha utk tau apa ada wanita yg dia suka ato tdk… sebenarnya itu yg sgt sy ingin tau sejak dulu sampe skrg. Kadang sy berpikir normal gk ya?? Itu pertanyaan bodoh, krn sy jg tau bgmn dia. Itulah sdkt dr bxk hal yg saya ketahui ttg dia. Enak sih punya kakak sprt dia, enak bgt malah, bisa jd panutan, motifator saat lg down, tmn berbagi saat ada masalah. Tp dibalik enaknya tentu ada gk enaknya. Standar pencapaiannya terlalu tinggi sehingga sulit disaingi aplg oleh org yg biasa sprt saya, yg IQ standar kyk gini, standarnya org2 jepang lho….hehehe. Yang paling menyebalkan adalh dibanding2kn dgn dia oleh keluarga aplg org tua. Cpk deh…. dikit salah aja lgsg dibilang “memang kamu tdk bisa sprti kakakmu…” Sampe2 saat juara d sekolah n jd wakil sekolah spt IMO n lomba cepat tepat pun selalu dibilang ” itu warisan kakakmu, krn sekolah tau kakakmu hebat, makanya mereka berpikir kamu jg begitu”. Ingin rasanya nangis n berteriak “saya adalah saya, dia juga dia…jgn slalu disamakan dong… ” Kejadian sprt itu sy alami sjk kecil, dan paling terasa sjk SMU sampe lulus SMU. Untungya stlh lulus smu wlpn sy tdk dterima d STIS sprt dia, tp alhamdulillah sy jg bisa lulus bebas tes d UNDIP semarang jurusan T. Arsitektur, lulus SPMB di Unhas jurusan T. Pertambangan, dan terakhir lulus D1 Stan Makassar. Suatu kebanggaan krn bisa melampaui capaiannya yg hanya lulus d 2 PT. hehehe. Singkatnya saya senang n bangga punya kakak sprti dia…. Luv U kak… Semoga tidak hanya d dunia kita bersaudara tp juga diakhirat nanti. Amin Ya Rabb…
Read More......Rabu, 19 September 2007
Ramadhan Pertama di Bulukumba
Senin, 10 September 2007, pukul 08.14 Tak tahu mengapa hati ini merasa tenang sejak semalam, tidak seperti yang saya rasakan di hari-hari sebelumnya. Marhaban Ya Ramadhan,,,,, Ramadhan sebentar lagi, tak dapat dipungkiri gemanya sudah bergemuruh kemana-mana, di layar televisi mulai dari berita naiknya harga sembako akibat menyambut ramadhan dan pembersihan penyakit masyarakat, maraknya berbagai sinetron ramadhan dan acara spesial dalam mengisi bulan suci ini mulai dari acara di waktu sahur sampai dengan waktu berbuka puasa, iklan-iklan produk yang hampir semua bertemakan ramadhan. Tak hanya di tayangan televisi, kegiatan di masyarkatpun seakan tak mau kalah, mulai dari berbagai tabligh akbar menyambut bulan suci ramadhan seperti yang diselenggarakan berbagai mesjid dan organisasi Islam, pamflet dan plakat-plakat yang di pajang di jalan-jalan umum yang bertuliskan “Marhaban Ya Ramadhan”. Tak ketinggalan pusat-pusat perbelanjaan pun demikian, suasananya dibuat sedemikian rupa bernapaskan Ramadhan. Di dunia perkantoran lain lagi, kantor-kantor mulai menyusun kebijakan jam kerja di bulan Suci ini, misalnya saja di kantorku, yang semula hari senin sampe kamis jam masuk pukul 07.00 istirahat pukul 12.00 s.d 01.00 dan pulang pukul 05.00 diubah menjadi jam masuk pukul 07.30 istirahat pukul 12.00 s.d 12.30 dan pulang pukul 05.00. Sedang Jum’at masih seperti biasa. Asyik,,,,,,, artinya perginya bisa agak siangan dikit neh,,,hehehehe. Meskipun jam kerja sudah diubah tetap saja volume pekerjaannya padat seperti hari-hari biasa dan melelahkan. Cape’ deh,,,,,,, Jadi ingat saat sekolah dulu, bulan suci Ramadhan adalah waktu yang sangat saya tunggu-tunggu, gimana tidak,,,, liburnya sebulan penuh euy,,,,mulai dari H min 1 Ramadhan sampe dengan H plus 7 atau bahkan 10 Syawal. Pokokna sampai-sampai saat masuk sekolah lupa cara menulis (tulisan jadi jelek = orangngya:) atau minimal frekuensi kecepatan tangan berkurang karena kurang lebih 40 hari tidak pernah menyentuh pulpen. Sebenarnya selama liburan itu dapat tugas sih dari guru buat ngerjain LKS (Lembar Kerja Siswa-red), tapi dasarna saya malas ngerjain yah,,,tinggal dibawa aja ke rumah teman-teman kelas cewek yang rajin tulis-menulis dan yang saya pikir mau membantu dengan ikhlas untuk memintai pertolongannya. Siapa sih yang tidak mau menolong saya (narsis uey,,,,,) yah, minimal satu bab satu orang. Sehingga tak aneh bila dalam LKS itu enam bab maka tulisannya pun enam jenis, saat dikumpulkan guru sempat bertanya, kenapa tulisanku masing-masing bab beda, yah saya bilang saja lagi belajar gonta-ganti model tulisan pak!@#$%^&*()). Hehehehehe seisi kelas gemparr,,,,,,,,grgrgrgrgrgr. Itulah secuil pengalamanku saat-saat di SMU dolo,,,,, Aduh,,,,,,,,pokonya kesimpulannya enak deh,,, saat-saat masih sekolah dulu, saat-saat masih bersama kedua orang tua, saat-saat yang tak terlupakan sampai akhir hayat. Saat-saat yang tak akan habis-habisna dibahas. Namun itu tinggallah kenangan masa lalu, kini hidup terpisah dari orang tua, saudara, keluarga, teman teman kecil, teman-teman sekolah. Kata pepatah “ Kalau mengendarai kendaraan jangan hanya melihat kedepan nanti ditabrak dari belakang apalagi saat mau belok, tetapi juga jangan hanya melihat spion nanti ditabrak dari depan. Pandanglah ke depan dan sekali-sekali lihatlah spion bila diperlukan.” Itu bukan kat-kata utuh nah cuman saduran, jadi bahasnya ngawur. Intinya begitulah menjalani hidup, pandanglah masa depan dan tengoklah ke belakang jika diperlukan. Wadouw,,,,,guwe mo lanjut kerja dulu udah jam 09.05. Udah di buat tinggal masukin di blog kalo ada waktu. Daaaaaaaaah, assalamu’alaikum
Read More......